Sumsel.Wartadaerah.com, Palembang – Semangat, bakat, dan kepedulian sosial berpadu dalam sosok muda inspiratif, Callysta Queenycia. Di usia yang baru menginjak 12 tahun, siswi SMP Metrawira School Palembang ini sukses menorehkan prestasi gemilang sebagai Runner-Up 1 Miss Tionghoa Sumatera Selatan 2026.
Dalam malam Grand Final yang digelar awal Mei lalu, Callysta tampil percaya diri dan memikat. Dari total 10 finalis terbaik, ia berhasil menonjol berkat kombinasi kecerdasan, talenta, serta pesan advokasi yang kuat dan menyentuh. Namun bagi Callysta, mahkota bukanlah sekadar simbol kemenangan. Lebih dari itu, ia memaknainya sebagai tanggung jawab untuk membawa perubahan melalui gagasannya yang bernama “QUEENSTALE: Ruang Berbagi Cerita dan Kepedulian.”
Melalui Queenstale, Callysta ingin menciptakan ruang aman bagi anak-anak, hususnya dari latar belakang Tionghoa-Indonesia untuk berani bercerita, mengekspresikan diri, dan menumbuhkan empati terhadap sesama. Sebuah visi sederhana, namun relevan di tengah kebutuhan generasi muda akan ruang yang suportif dan inklusif. Bakat menari dan menyanyi yang ia miliki bukan hanya menjadi daya tarik di atas panggung, tetapi juga ia manfaatkan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan tentang keberagaman, kebanggaan budaya, dan pentingnya saling menghargai.
“Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memotivasi anak-anak lain melalui advokasi, saya berharap Queenstale dapat berkembang lebih luas, menjangkau lebih banyak anak, dan menjadi wadah yang mendorong mereka untuk berani tampil serta mencintai jati diri dan budaya mereka,” ujar Callysta dengan penuh semangat.
Perjalanan Callysta hingga ke titik ini tak lepas dari peran besar kedua orang tuanya, Mario dan Dewi Sartika, yang selalu memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun fasilitas demi perkembangan putri mereka. Dengan pesan sederhana namun bermakna, Callysta mengajak teman-teman seusianya untuk terus percaya diri.
“Terus semangat dan teruslah bersinar,” katanya.
Kini, langkah Callysta tak berhenti di tingkat provinsi. Ia tengah mempersiapkan diri menuju ajang nasional dengan fokus pada penguatan mental dan kepercayaan diri.
“Saya siap maju ke tingkat nasional. Fokus saya sekarang adalah mempersiapkan mental dan kepercayaan diri agar bisa tampil maksimal,” ungkapnya mantap.
Lebih dari sekadar meraih gelar, Callysta memiliki harapan besar: menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia agar berani bermimpi, bangga pada identitas, dan aktif menjaga harmoni dalam keberagaman. Kisah Callysta Queenycia menjadi bukti bahwa generasi muda Sumatera Selatan tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Melalui Queenstale, saya ingin mengajak kita semua untuk saling mendengarkan, peduli, dan menjaga keberagaman dalam harmoni,” tutupnya.
Ajang Miss Tionghoa Sumatera Selatan sendiri merupakan wadah penting dalam melestarikan budaya Tionghoa-Indonesia sekaligus membentuk generasi muda yang berwawasan luas, berjiwa kepemimpinan, dan siap berkontribusi bagi masyarakat multikultural.(Rudi)











