Polda Sumsel Pastikan Stabilitas Harga dan Stok Beras Lewat Sinergi Satgas Pangan 2025

Sumsel.Wartadaerah.com, Palembang – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan bersama stakeholder terkait menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Pengendalian Harga Beras Tahun 2025, di Ruang Rapat Devia Cita Ditreskrimsus Polda Sumsel, Rabu (22/10).

Usai rapat, tim Satgas langsung melakukan pengecekan lapangan ke Pasar Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasaran.

Kegiatan dipimpin oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Sumsel, AKBP Listiyono Dwi Nugroho, S.I.K., M.H., yang menegaskan bahwa pengendalian harga beras harus dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan, dengan melibatkan seluruh unsur pemerintah dan pelaku usaha.

“Satgas ini harus berjalan secara sinergis. Tidak boleh ada ego sektoral. Kita bekerja bersama untuk menjaga stabilitas harga beras agar masyarakat tetap tenang dan kebutuhan pokok tetap terjangkau,” tegas AKBP Listiyono.

Dalam kesempatan itu, Listiyono mengungkapkan bahwa Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI akan menggelar ekspose media pada 27 Oktober 2025 untuk menyampaikan hasil pengawasan dan pengendalian harga beras di seluruh daerah, termasuk Sumatera Selatan.

“Bagi pelaku usaha yang kedapatan menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) akan diberikan surat teguran dan diberi waktu satu minggu untuk menyesuaikan harga sesuai ketentuan pemerintah,” jelasnya.

Ia juga menekankan agar tim Satgas menelusuri harga secara menyeluruh, mulai dari produsen hingga konsumen akhir, menggunakan pedoman dari SK Kepala Bapanas Nomor 375 Tahun 2025 tentang Satgas Pengendalian Harga Beras.

“Laksanakan pengecekan dan pengawasan setiap hari, laporkan ke Bapanas pusat melalui sistem yang telah disiapkan. Fokuskan perhatian pada daerah-daerah yang harga berasnya masih di atas HET,” imbuhnya.

Sebagai pengingat, aturan harga HET beras telah ditetapkan berdasarkan Kepbadan Nomor 299 Tahun 2025 untuk beras premium dan medium, serta Perbadan Nomor 05 Tahun 2024 untuk beras SPHP.

Listiyono juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga beras di akhir dan awal tahun merupakan tren musiman, namun pemerintah telah menugaskan Bulog untuk mendistribusikan Bantuan Pangan Beras pada Oktober–November 2025 kepada 18 juta penerima di seluruh Indonesia sebagai langkah antisipasi.

Ia pun mengingatkan para produsen agar tetap patuh terhadap regulasi harga.

“Kepada para produsen dan mitra usaha, mohon untuk memperhitungkan harga dari gabah hingga beras agar tetap sesuai ketentuan. Ini penting agar rantai distribusi tidak menyebabkan lonjakan harga di tingkat konsumen,” ujar mantan Kapolres Musi Banyuasin tersebut.

Melalui Rakor ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di masyarakat, sekaligus mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Satgas bukan hanya alat pengawasan, tetapi wadah kolaborasi. Dengan kerja sama lintas sektor, kita pastikan masyarakat Sumsel mendapatkan beras dengan harga yang wajar dan stok yang aman,” tutup AKBP Listiyono Dwi Nugroho.

Rapat Koordinasi Satgas Pengendalian Harga Beras Tahun 2025 dihadiri berbagai unsur dari pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta. Hadir Maino Dwi Hartono, S.TP., M.P. (Direktur SPHP Badan Pangan Nasional), Kombes Pol Nasrun Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H. (Satgas Pangan Polri), serta AKBP Listiyono Dwi Nugroho, S.I.K., M.H. (Wadirreskrimsus Polda Sumsel) didampingi Kompol Khoril Akbar, S.I.K., M.M.

Dari Pemerintah Provinsi Sumsel turut hadir Henny Yulianti (Dinas Perdagangan), Pudjianti (Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan), Tuti Murti (Dinas Pertanian), dan Octa (DPMPTSP).

Perwakilan lembaga dan pelaku usaha juga ikut berpartisipasi, antara lain Renato (Bulog Sumsel Babel), Okta Nata Atmaja (Asosiasi Pasar), Kamiko Sujoko (Perpadi), serta Kevin Winarta, Sukasan, Steven Rusli, dan Freddy dari perusahaan pangan.

Kehadiran seluruh unsur ini mencerminkan sinergi kuat dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di Sumatera Selatan.(Rilis)