Sumsel.Wartadaerah.com, Palembang – Haru dan harapan menyatu dalam kegiatan ground breaking program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah milik Muhammad Yuliono di Jalan Timbunan, Lorong Sepakat, Kecamatan Kertapati, Jumat (10/4/2026).
Program ini menjadi simbol nyata kolaborasi kemanusiaan antara BAZNAS Kota Palembang dan Polrestabes Palembang dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Ketua BAZNAS Kota Palembang, Kgs. M. Ridwan Nawawi, S.Pd.I., M.M., menyampaikan bahwa program ini merupakan realisasi dari kerja sama yang telah terjalin antara BAZNAS dan Polri dalam membantu kaum duafa.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan rumah pertama hasil kolaborasi dengan Polrestabes. Ini langkah awal, insyaallah akan ada rumah-rumah lainnya yang kita bantu bersama,” ujarnya.
Ia menggambarkan kondisi rumah yang sebelumnya ditempati Yuliono sangat memprihatinkan, bahkan nyaris roboh dan membahayakan penghuni.
“Rumahnya sudah ‘setengah sujud’, istilahnya. Sangat tidak layak huni dan berisiko roboh kapan saja, apalagi masih dihuni keluarga termasuk anak kecil. Ini yang membuat kita bergerak cepat,” jelasnya.
Program RTLH ini menjadi bagian dari semangat Palembang Peduli, di mana dana zakat disalurkan secara tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pembangunan rumah berukuran 6×6 meter dengan dua kamar tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua bulan, dengan standar konstruksi yang kuat dan aman.
“Kita tidak ingin asal cepat selesai, tapi harus sesuai spesifikasi agar rumah ini benar-benar kokoh dan layak huni dalam jangka panjang,” tambah Ridwan.
Sementara itu, Kabag SDM Polrestabes Palembang, AKBP M. Adil, S.H., M.Si., menegaskan bahwa program bedah rumah merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Program ini sejalan dengan program pemerintah, hanya berbeda istilah. Di Polri disebut bedah rumah. Untuk rumah Pak Yuliono, ini dibangun dari nol karena memang sudah tidak layak sama sekali,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi dengan pemerintah daerah, camat, RT, dan BAZNAS untuk memastikan penerima benar-benar layak,” katanya.
Selain bedah rumah, dalam kegiatan tersebut juga disalurkan 50 paket sembako kepada warga sekitar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara.
Pelaksana Tugas Camat Kertapati, Rifandi Putra, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepedulian semua pihak yang telah membantu warganya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Program ini sangat membantu masyarakat kami, terutama karena kuota bedah rumah dari pemerintah sangat terbatas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi semangat berbagi yang diusung jajaran kepolisian melalui slogan “Setiap hari harus berbuat baik” yang kini turut digaungkan hingga tingkat kelurahan dan RT.
Menutup stateman, Kapolsek Kertapati, Iptu Angga Kurniawan, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menambahkan bahwa pihaknya juga akan mengupayakan bantuan lanjutan setelah pembangunan rumah selesai, termasuk melalui program CSR.
“Kami berharap setelah rumah ini selesai, bisa dilengkapi dengan bantuan lain agar benar-benar layak dihuni. Ini bukan akhir, tapi awal dari kepedulian berkelanjutan,” tuturnya.
Ke depan, program serupa juga direncanakan akan menyasar wilayah lain, termasuk Jakabaring, sebagai bagian dari komitmen bersama menghadirkan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu.
Dari rumah yang nyaris roboh, kini berdiri harapan baru. Sebuah bukti bahwa kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata mampu menghadirkan perubahan berarti bagi mereka yang membutuhkan.(Rudi)









