Wartadaerah.com, Palembang – Penataan kawasan Pasar Sako kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Palembang. Asisten II Bidang Pembangunan Kota Palembang, Isnaini Madani, melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan meninjau sejumlah lokasi yang dipersiapkan untuk mendukung penataan dan relokasi pedagang, Jumat (14/8/2026).
Camat Sako H. Rakhman Hidayat Pane, S.STP., mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mencari solusi terhadap persoalan penataan pedagang yang sebelumnya telah dilakukan penertiban.
“Tadi kita sama-sama ketahui dan lihat, kita mendampingi kunjungan Bapak Asisten II bidang Pembangunan, Pak Isnaini, meninjau lokasi untuk lahan Pasar Sako dan Pasar Sematang Borang yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sako dan Sematang Borang,” ujar Rakhman.
Menurutnya, penataan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah kegiatan penertiban beberapa pekan sebelumnya dinilai belum sepenuhnya efektif. Karena itu, pemerintah memilih menyiapkan solusi melalui penataan sekaligus relokasi pedagang.
“Ini tidak lain untuk penataan. Karena ini masih rangkaian dari kegiatan penertiban beberapa minggu yang lalu. Namun kelihatannya memang belum efektif, sehingga solusi yang ditempuh, pedagang akan dilakukan penataan dan direlokasi,” jelasnya.
Rakhman menyebutkan, lokasi yang telah ditinjau untuk relokasi berada di wilayah Kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang, yakni Pasar Lubuk dan Pasar Mandiri.
Pedagang yang selama ini berjualan di halaman atau area parkir Pasar Satelit Sako nantinya diarahkan untuk menempati dua lokasi tersebut.
Sebagai unsur kewilayahan, Kecamatan Sako menurut Rakhman akan terus mendampingi proses penataan. Sementara untuk persoalan teknis terkait pengelolaan pasar dan penertiban, pihaknya menyarankan agar dikonfirmasi kepada Perumda Pasar Palembang Jaya serta Satpol PP Kota Palembang.
“Kapasitas kewenangan kami selaku pemangku wilayah adalah mendampingi. Untuk hal yang lebih teknis bisa dikonfirmasi ke Perumda Pasar Palembang Jaya, termasuk terkait penertiban dapat dikonfirmasi kepada Satpol PP,” katanya.
Terkait kemungkinan adanya pedagang yang belum bersedia direlokasi, Rakhman menegaskan bahwa pemerintah tetap mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif.
“Harapan kita semuanya bisa berjalan lancar dan tertib. Lebih kami inginkan ke arah persuasif, bukan represif. Tapi kalau memang nanti kondisi yang tidak diharapkan terjadi, kawan-kawan Satpol PP yang akan bertindak,” pungkasnya.(Red)









