Sumsel.Wartadaerah.com, Palembang – Sebanyak enam orang siswa dari Sekolah Dasar Negeri 182 Palembang di wilayah Kecamatan Kalidoni mengalami gejala muntah-muntah usai mengonsumsi makanan yang diberikan oleh warga luar sekolah, Kamis (31/07). Pihak sekolah menyatakan bahwa kejadian ini bukan merupakan kelalaian internal, melainkan musibah yang terjadi akibat pemberian makanan secara sepihak tanpa izin.
Saat awak media mengkonfirmasi kebenaran berita, Huggannah S.Pd selaku Kepsek SD Negeri 182 Palembang menjelaskan, Kronologi bermula saat jam istirahat berlangsung, di mana siswa-siswi telah dibiasakan untuk membawa bekal dari rumah dan tidak diizinkan jajan dari luar. Pagar sekolah dalam kondisi terkunci dan penjaga sekolah serta guru piket berada di lokasi. Namun, beberapa siswa diketahui keluar melalui pagar samping yang lebih rendah dan mudah dilompati.
Seorang warga luar sekolah, yang diketahui tengah mengadakan syukuran atas kehamilan istrinya, secara spontan membagikan susu dan roti kepada anak-anak melalui pagar samping tanpa seizin pihak sekolah. Makanan tersebut berupa susu hangat dalam kemasan plastik es, hasil olahan sendiri dari campuran susu kental manis, susu UHT, dan gula.
Penjaga sekolah yang melihat aksi tersebut segera menegur dan meminta agar pembagian makanan dihentikan. Dari 51 porsi yang dibawa pelaku, sekitar 7 porsi telah sempat dikonsumsi oleh beberapa siswa laki-laki. Tak lama setelah mengonsumsi, sejumlah siswa mengalami muntah-muntah. Guru dan petugas UKS segera melakukan penanganan awal dengan memberikan air hangat dan memanggil Puskesmas Kalidoni.
Pihak Puskesmas merespons dengan cepat, memberikan pemeriksaan dan obat-obatan kepada siswa yang terdampak. Dari enam siswa yang sempat muntah, empat orang dinyatakan aman dan dipulangkan kepada orang tua mereka. Dua siswa lainnya mengalami tekanan darah tinggi, satu di antaranya dirawat di IGD RS Pusri dan satu lagi dibawa pulang oleh keluarganya yang juga merupakan guru di sekolah tersebut.
Pelaku pemberi makanan diketahui merupakan warga luar bernama warga Rawa Bebek yang sehari-hari berjualan rujak di depan Gedung Bunga Jempol. Atas kejadian tersebut, seorang wali murid yang juga merupakan anggota kepolisian melaporkan kejadian ke pihak Polsek. Pelaku berhasil diamankan oleh penjaga sekolah sebelum kemudian diserahkan ke pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa mereka sangat menyesalkan kejadian ini dan menegaskan bahwa insiden tersebut tidak melibatkan unsur kelalaian dari internal sekolah.
“Ini adalah musibah dan kami berkomitmen untuk memperketat pengawasan keamanan agar tidak ada lagi pihak luar yang dapat dengan mudah memberikan makanan kepada siswa,” ujar pihak sekolah.
Sekolah juga menghimbau kepada seluruh orang tua agar membekali anak-anak dengan makanan sehat dari rumah dan memberikan pemahaman untuk tidak menerima makanan dari pihak yang tidak dikenal.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama demi menjamin keamanan dan kesehatan siswa selama berada di lingkungan sekolah,” Pungkasnya. (Red)










