Wartadaerah.com, Palembang – Di tengah kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Sumatera Selatan, organisasi perempuan Dewi Pertiwi DPW Sumsel turun langsung ke lapangan.
Tak hanya menggelar doa bersama, mereka juga menyalurkan bantuan nyata berupa 200 paket sembako kepada warga terdampak. Kegiatan bertema “Bersatu dalam Doa, Bangkit Menjaga Bumi Sriwijaya” ini digelar di Rumah Al-Qur’an Haqqul Yaqin, Kelurahan 28 Ilir, Palembang.
Ketua DPW Dewi Pertiwi Sumsel, Windy Susilawati, mengatakan bahwa bencana karhutla bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi juga masalah kemanusiaan yang membutuhkan solidaritas.
“Kami ingin menunjukkan kepedulian nyata. Doa itu penting, tapi tindakan juga harus ada. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga yang terganggu aktivitasnya karena asap,” ujar Windy, Kamis (22/10/2026).
Dalam acara tersebut, hadir sejumlah tokoh seperti perwakilan Ketua PMPB Sumsel M. Yusuf Malaya melalui Ustadz Ilyas, Srikandi PMPB Bunda Mimi dan Bunda Nelly, serta pengurus inti Dewi Pertiwi Sumsel.
Salah satu momen menarik datang dari pengasuh Rumah Al-Qur’an Haqqul Yaqin sekaligus Ketua RT 28, H. Mary Alexander. Ia memberikan apresiasi atas bantuan tersebut, namun juga menyempatkan diri memberikan pesan keras terkait penyebab karhutla yang sering kali dipicu oleh kelalaian manusia.
Mary Alexander mengingatkan warga untuk tidak sembarangan membakar sampah.
“Jangan membuang sampah sembarangan dan jangan membakar sampah. Buanglah sampah pada tempatnya. Kalau membakar, cukup bakar sate saja, jangan bakar sampah,” pesannya disambut tawa dan anggukan para hadirin.
Pesan sederhana namun menohok itu menjadi pengingat bahwa menjaga ‘Bumi Sriwijaya’ harus dimulai dari hal-hal kecil di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Ustaz Ilyas yang mewakili Pembina Dewi Pertiwi Sumsel mengajak masyarakat untuk menjadikan musibah ini sebagai momentum introspeksi diri.
“Kita jadikan ini momen untuk bersyukur dan memperbaiki diri. Melalui doa bersama ini, kita berikhtiar agar Allah SWT menurunkan hujan, sehingga kabut asap segera hilang dan warga bisa kembali bernapas lega,” harap Ustaz Ilyas.
Ketua Pelaksana kegiatan, Siti Nurhaliza, menambahkan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga.
“Dengan ikhtiar bersama, kami yakin bencana ini akan segera teratasi,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, kualitas udara di beberapa wilayah Palembang masih berada dalam kategori tidak sehat, membuat aktivitas luar ruangan warga terbatas.(Tim)










