Palembang – Kawasan historis Kertapati kini bersiap menjadi magnet baru bagi pelancong di Bumi Sriwijaya. Plt. Camat Kertapati, Rifandi Putra, S.STP., M.Si, hadir mendampingi Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, dalam agenda Soft Launching Pusat Oleh-Oleh Palembang serta Kawasan Wisata Religi dan Kampung Wakaf Marogan di Masjid Ki Marogan, Jumat (13/9).
Kehadiran Rifandi, yang didampingi Lurah Kertapati M. Try Aditya Ramadhan, S.STP, menunjukkan komitmen penuh pemerintah tingkat kecamatan dalam mengintegrasikan potensi lokal menjadi penggerak ekonomi kreatif. Lokasi Masjid Ki Marogan yang strategis di tepian sungai kini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui skema wakaf.
Dalam kesempatan tersebut, Rifandi Putra menyampaikan bahwa pengembangan kawasan ini merupakan langkah strategis untuk mengangkat derajat pelaku UMKM di wilayah Kertapati ke level yang lebih luas.
“Kami sangat bangga Kertapati dipercaya menjadi lokasi pusat oleh-oleh dan wisata religi unggulan. Ini adalah impian warga kami untuk melihat kawasan Masjid Ki Marogan menjadi wajah depan pariwisata Palembang yang religius sekaligus produktif. Kehadiran Bapak Gubernur hari ini memberikan suntikan moral yang besar bagi kami di kecamatan,” ujar Rifandi Putra.
Ia menambahkan, pihak kecamatan akan terus berkoordinasi dengan pengelola Kampung Wakaf untuk memastikan lingkungan di sekitar kawasan wisata tetap tertata, aman, dan ramah bagi pengunjung. Menurutnya, inovasi pusat oleh-oleh di area masjid bersejarah ini adalah langkah cerdas dalam memutar roda ekonomi kerakyatan.
“Tugas kami selanjutnya adalah menjaga keberlanjutan kawasan ini. Kami ingin wisatawan yang datang tidak hanya mendapatkan keberkahan spiritual, tetapi juga membawa pulang buah tangan khas Kertapati. Kami siap mendukung penuh agar Kampung Wakaf ini menjadi contoh nasional dalam pengelolaan aset umat yang berdampak pada kesejahteraan warga sekitar,” tambah Rifandi dengan antusias.
Acara soft launching ini ditandai dengan peninjauan gerai-gerai produk lokal yang dikelola oleh masyarakat setempat. Dengan resminya kawasan ini sebagai destinasi wisata religi dan pusat oleh-oleh, Kertapati diprediksi akan menjadi salah satu titik singgah utama bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Selatan.(Red)











