Beranda Kesehatan 9 Tahun Menanti, Akhirnya Pelukan Itu Datang: Harapan Baru Kesuburan dari Kuala...

9 Tahun Menanti, Akhirnya Pelukan Itu Datang: Harapan Baru Kesuburan dari Kuala Lumpur untuk Pasangan Indonesia

Wartadaerah.com, Palembang – Sembilan tahun. Bagi banyak pasangan, angka itu bukan sekadar hitungan waktu, melainkan perjalanan panjang penuh doa, air mata, dan harapan yang nyaris padam. Itulah yang dialami seorang pasangan yang kini tengah berbahagia menyambut kelahiran buah hati mereka—sebuah kisah yang menjadi sorotan dalam sesi edukasi fertilitas bertajuk harapan baru bagi pasangan pejuang keturunan, yang digelar di Palembang dan diikuti 24 pasangan.

Dalam acara tersebut, Dr. Wan Syahirah Yang Mohsin (Dr. Sera), Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari Alhaya Fertility Centre Kuala Lumpur, berbagi wawasan mendalam mengenai berbagai akar persoalan infertilitas. Mulai dari Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS)—yang sebelumnya dikenal sebagai PCOS—yang dapat mengacaukan keseimbangan hormon dan proses ovulasi, hingga endometriosis yang diam-diam mengganggu fungsi organ reproduksi dan proses menempelnya embrio. Tak ketinggalan, rendahnya kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH) sebagai sinyal berkurangnya cadangan sel telur, serta faktor usia dan kondisi reproduksi kedua pasangan.

Namun, di balik tantangan itu, ada secercah inovasi yang diperkenalkan: In-Vitro Activation (IVA). Teknologi ini dirancang khusus bagi pasien dengan Primary Ovarian Insufficiency (POI), kondisi penurunan fungsi ovarium sebelum usia 40 tahun dengan tujuan membangunkan folikel yang masih tertidur di ovarium.

Kisah nyata pun datang dari salah satu pasien Alhaya: setelah 9 tahun berjuang, memiliki riwayat endometriosis, dan dua kali gagal IVF di pusat fertilitas berbeda, pasangan ini akhirnya berhasil hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan setelah menjalani evaluasi serta penanganan medis bertahap. Sebuah bukti bahwa strategi yang tepat dan evaluasi menyeluruh bisa mengubah jalan cerita.

Yang tak kalah menggembirakan, pada 2026 Alhaya Fertility Centre mengumumkan keberhasilan kehamilan yang diyakini sebagai kasus pertama di Asia Tenggara setelah perawatan IVA. Seorang pasien berusia 33 tahun dengan riwayat POI dan kadar AMH sangat rendah dilaporkan hamil secara alami sekitar tujuh bulan setelah prosedur dilakukan pada Juli 2025. Sebuah lompatan besar yang membuka pintu harapan baru bagi banyak pasangan.

Meski begitu, IVA tetaplah pendekatan yang terus berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien. Keberhasilan sebuah kehamilan, kata Dr. Sera, adalah buah kerja sama erat antara pasien, dokter, dan perpaduan teknologi—sehingga evaluasi medis menyeluruh tetap menjadi kunci.

Sebagai bagian dari Alpha IVF Group Berhad, Alhaya Fertility Centre Kuala Lumpur menghadirkan layanan fertilitas lengkap, termasuk IVF dan teknologi pendukung seperti Piezo-ICSI, PICSI, serta EmbryoScope+. Dengan pendekatan yang ramah Muslim, privasi pasien menjadi prioritas utama, kenyamanan selama program bayi tabung terjaga, dan tersedia pilihan penanganan bersama dokter spesialis wanita—faktor yang menjadi pertimbangan tersendiri bagi pasangan dari Indonesia yang mencari layanan fertilitas di Malaysia.

Bagi pasangan yang telah lama berjuang, evaluasi medis dan second opinion bisa menjadi langkah awal untuk memahami kondisi kesuburan sekaligus menentukan pilihan penanganan yang paling sesuai.

Melalui Medical Concierge Asia, pasien Indonesia dapat memperoleh informasi mengenai konsultasi lanjutan dan pilihan perawatan di Malaysia. Informasi lengkap berobat di Malaysia dapat menghubungi Medical Concierge Asia di +62 821-3166-4124 atau booking@medicalconciergeasia.com sebagai partner resmi—mendukung kemudahan akses, koordinasi pasien, serta pengalaman layanan yang lebih seamless bagi pasien Indonesia.(Rilis)

Artikulli paraprakPP SSKS Sambut Hangat ARUN Sumsel di Sekretariat, Jalin Sinergi Spiritual untuk Kemajuan Kebudayaan